Dalam perjalanan menuju pertandingan puncak, Barcelona dan Real Madrid telah menunjukkan performa luar biasa melalui rintangan yang sulit di babak semifinal. Keduanya berhasil mengalahkan tim-tim tangguh dengan strategi cerdas dalam format dua leg. Meskipun Athletic Bilbao, sebagai juara bertahan, tersingkir di babak 16 besar, persaingan tetap sengit hingga akhir.
Format pertandingan kandang-tandang memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta. Dengan kemampuan terbaik mereka, kedua tim finalis sukses mencatatkan sejarah melalui pertarungan dramatis yang memukau penonton di setiap pertandingannya.
Babak semifinal Copa del Rey menjadi ajang pembuktian bagi Barcelona dan Real Madrid. Mereka harus menghadapi lawan-lawan yang sama-sama kompetitif, yaitu Atletico Madrid dan Real Sociedad. Setiap pertemuan berlangsung seru dengan strategi yang cemerlang dari kedua belah pihak.
Kedua tim menunjukkan keunggulan masing-masing melalui performa pemain inti dan taktik manajerial yang tepat. Format dua leg membuat persaingan semakin ketat karena kesempatan untuk membalas hasil buruk di pertandingan pertama selalu ada. Hal ini menciptakan drama unik yang mempertaruhkan segalanya demi tiket ke final. Penampilan maksimal menjadi kunci keberhasilan mereka melewati rintangan ini.
Kepergian Athletic Bilbao dari Copa del Rey membuka peluang baru bagi tim lain untuk meraih trofi bergengsi ini. Juara bertahan gagal melanjutkan langkahnya setelah tersingkir di babak 16 besar. Hal ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan di turnamen ini.
Persaingan antara Barcelona dan Real Madrid semakin menarik tanpa kehadiran Bilbao. Format pertandingan kandang-tandang menuntut fokus tinggi dari setiap tim, baik dalam pertahanan maupun serangan. Para pemain harus menyesuaikan diri dengan tekanan ekstra dari pendukung tuan rumah serta atmosfer pertandingan yang intens. Keberhasilan mereka mencapai final adalah bukti dedikasi dan kerja keras selama musim ini.