Dalam pertandingan yang penuh drama, Red Sparks dan Pink Spiders menunjukkan performa luar biasa di set kedua. Meskipun Red Sparks memulai dengan keunggulan 2-0, Pink Spiders berhasil menyamakan skor menjadi 4-4 melalui kerja keras mereka. Kemudian, berkat blok cemerlang dari Megawati Hangestri terhadap serangan Jeong Yun-ju, Red Sparks kembali unggul hingga akhirnya keunggulan itu sempat diperlebar menjadi 11-8.
Setelah beberapa perubahan ritme permainan dan kesalahan teknis dari kedua tim, Pink Spiders akhirnya berhasil membalikkan keadaan dengan unggul 21-18. Meskipun Red Sparks mencoba bangkit, mereka harus menyerah dengan skor akhir 22-25 akibat ketidakmampuan menghentikan serangan mematikan dari Tutku Burcu.
Berawal dari dominasi awal, Red Sparks mampu menjaga momentum mereka sampai tengah set. Dengan dukungan penampilan gemilang Megawati Hangestri serta kontribusi signifikan lainnya, mereka membangun jarak signifikan sebelum menghadapi tantangan besar dari Pink Spiders.
Melalui kombinasi strategi ofensif dan defensif yang solid, Red Sparks mencatatkan keunggulan penting pada fase awal set. Blok efektif oleh Megawati Hangestri terhadap spike Jeong Yun-ju membantu tim memperbesar keunggulan menjadi 7-4. Namun, upaya Kim Yeon-koung untuk mempersempit jarak hanya memberikan sedikit harapan bagi Pink Spiders. Ketika smash ratu voli Korea Selatan tersebut meleset keluar lapangan, Red Sparks semakin percaya diri dan berhasil memperluas keunggulan mereka menjadi 11-8. Serangan Pyo Seung-ju juga turut mempertahankan keunggulan ini meskipun Pink Spiders tidak menyerah begitu saja.
Seiring berjalannya pertandingan, kesalahan fatal dari pemain Red Sparks mulai dimanfaatkan oleh Pink Spiders. Choi Hyo-seo dan Park Hye-min menjadi titik lemah yang dieksplorasi dengan baik oleh lawan.
Setelah kekalahan sementara dengan skor 8-9, Pink Spiders menunjukkan ketabahan luar biasa. Kesalahan menerima servis oleh Choi Hyo-seo membuat skor imbang 18-18, memberikan angin segar bagi tim. Momentum bergeser sepenuhnya saat Park Hye-min melakukan kesalahan fatal lainnya, memberikan Pink Spiders keuntungan 21-18. Meskipun Red Sparks mencoba bangkit, serangan mematikan dari Tutku Burcu akhirnya memastikan kemenangan Pink Spiders dengan skor akhir 22-25. Pertarungan ini menunjukkan betapa pentingnya kestabilan mental dalam sebuah pertandingan voli profesional.