Dalam dunia nutrisi, telur dikenal sebagai bahan makanan yang memiliki protein berkualitas tinggi. Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa telur mengandung lebih dari enam gram protein dalam setiap butirnya, yang hanya berjumlah 70 kalori. Ini menjadikan telur sebagai pilihan ideal bagi mereka yang ingin memenuhi kebutuhan protein tanpa meningkatkan konsumsi kalori berlebih. Selain itu, kualitas protein dalam telur juga sangat istimewa.
Sapna Batheja, seorang ahli diet dari George Mason University, menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia. Hal ini membuat telur menjadi makanan penting bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan otot serta fungsi tubuh lainnya. Bahkan, banyak atlet profesional yang menjadikan telur sebagai bagian penting dari menu harian mereka.
Sering kali, telur dikaitkan dengan risiko kolesterol tinggi. Namun, Dr Martha Gulati dari Cedars-Sinai Smidt Heart Institute menekankan bahwa mitos ini perlu dipertanyakan lagi. Meskipun satu butir telur mengandung sekitar 207 miligram kolesterol makanan, jumlah tersebut tidak secara langsung memengaruhi kadar kolesterol darah dalam tubuh.
Kolesterol darah, khususnya LDL (low-density lipoprotein), justru lebih dipengaruhi oleh konsumsi lemak jenuh daripada kolesterol makanan itu sendiri. Dalam hal ini, telur relatif rendah lemak jenuh, hanya mengandung sekitar 1,6 gram per butirnya. Oleh karena itu, Dr Gulati menyatakan bahwa telur tidak seburuk yang selama ini dipercaya. Sebaliknya, telur dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang jika dikonsumsi secara moderat.
Telur tidak hanya penting sebagai sumber protein tetapi juga memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. Dengan harga yang cukup terjangkau dibandingkan daging tanpa lemak atau ikan segar, telur menjadi solusi praktis bagi masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan gizi harian mereka. Tidak heran jika telur kerap disebut sebagai "emas" dalam dunia nutrisi.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa telur dapat meningkatkan kesehatan mata melalui kandungan lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang melindungi retina dari kerusakan. Selain itu, vitamin D dalam telur membantu penyerapan kalsium, sehingga baik untuk kesehatan tulang. Dengan begitu banyak manfaat ini, sulit untuk menolak keberadaan telur dalam menu harian.
Telur bukan hanya bahan dasar yang mudah diolah tetapi juga memberikan ruang kreativitas yang luas bagi para koki maupun ibu rumah tangga. Baik dimasak sebagai telur rebus, goreng, atau orak-arik, telur selalu memiliki rasa yang nikmat dan tekstur yang lembut. Inovasi modern seperti telur dadar dengan sayuran atau quiche bahkan semakin menambah variasi cara penggunaannya.
Dr Gulati juga menyarankan agar telur dikonsumsi bersama dengan bahan makanan lain yang sehat, seperti sayuran hijau atau biji-bijian utuh. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan nilai gizi tetapi juga menjadikan hidangan lebih nikmat dan bervariasi. Dengan demikian, telur dapat dimasukkan ke dalam berbagai resep tanpa harus khawatir tentang efek buruknya pada kesehatan.