Banyak orang merasa cemas ketika harus melakukan perjalanan jarak jauh, terutama bagi mereka yang rentan mabuk. Untuk membantu mengatasi kondisi ini, seorang ahli kesehatan dari IPB University memberikan panduan praktis agar perjalanan lebih nyaman dan aman. Dr. Citra Ariani menjelaskan bahwa pemilihan tempat duduk, kebiasaan sederhana seperti istirahat cukup, serta alternatif pengobatan bisa memainkan peran penting dalam mencegah gejala mabuk perjalanan. Artikel ini juga menyoroti beberapa kelompok yang lebih berisiko mengalami kondisi tersebut serta solusi alami untuk mengatasinya.
Menurut penelitian oleh seorang pakar kesehatan dari IPB University, lokasi duduk sangat memengaruhi tingkat kenyamanan selama bepergian. Jika menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti bus, dianjurkan untuk duduk di bagian depan atau mendekati jendela agar memiliki akses langsung ke pemandangan luar ruangan. Ini dapat membantu mengurangi risiko mabuk akibat gerakan tidak stabil pada kendaraan. "Khususnya saat naik pesawat, kursi di dekat sayap adalah pilihan ideal karena posisi ini lebih stabil," ungkap dr. Citra melalui rilis resmi universitas tersebut.
Selain itu, tips lain yang disarankan termasuk menyetir sendiri kendaraan pribadi untuk tetap aktif dan fokus selama perjalanan. Aktivitas ini dapat mengalihkan perhatian dari rasa mual yang sering kali menjadi penyebab utama mabuk perjalanan. Beberapa cara sederhana lainnya yang bisa dicoba antara lain memastikan tidur cukup sebelum perjalanan, minum air putih secara teratur, menghindari asap rokok, serta mengonsumsi makanan dalam porsi kecil saja.
Bagi individu yang lebih memilih menggunakan obat-obatan, dr. Citra menjelaskan bahwa obat anti-mabuk umumnya mengandung dimenhidrinat, yang bekerja dengan menekan respons otak terhadap ketidakseimbangan visual dan fisik. Meski efektif, obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk sebagai efek sampingnya. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mencoba produk ini terlebih dahulu di rumah guna memastikan toleransi tubuh terhadap dosis dan efek samping yang mungkin muncul.
Sebagai alternatif alami, jahe diklaim dapat memberikan manfaat menenangkan bagi sistem pencernaan. Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk teh hangat atau permen jahe, tergantung preferensi individu. Selain itu, menghirup aroma minyak esensial seperti lavender atau peppermint juga dapat membantu menenangkan pikiran. Namun, penggunaan aromaterapi ini tidak cocok untuk semua orang, sehingga penting untuk mencoba terlebih dahulu.
Meskipun mabuk perjalanan dapat dialami siapa saja, beberapa kelompok lebih rentan, seperti anak-anak usia 2 hingga 12 tahun, wanita pada masa menstruasi atau kehamilan, serta penderita vertigo atau migrain. Gejala yang sering dirasakan antara lain mual, muntah, pusing, keringat dingin, napas cepat, serta rasa tidak seimbang. Faktor psikologis seperti kecemasan atau takut bepergian juga dapat memperburuk kondisi ini.
Dengan persiapan yang tepat, perjalanan mudik dapat dilakukan tanpa gangguan yang signifikan. Mulai dari memilih tempat duduk yang strategis hingga mencoba metode alami, semuanya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan panjang. Dengan begitu, momen berkumpul bersama keluarga di hari raya dapat dinikmati sepenuhnya tanpa rasa khawatir.