Gaya Hidup
Wisata yang Pernah Berjaya Kini Terbengkalai di Nusantara
2025-04-01

Banyak destinasi wisata di Indonesia yang dulunya menjadi primadona kini harus berdamai dengan kesunyian. Seiring berubahnya zaman dan situasi global, beberapa tempat hiburan ini terpaksa menutup pintu atau bahkan menghilang tanpa jejak. Dari taman air hingga wahana keluarga, banyak faktor yang memengaruhi kejatuhan mereka, termasuk pandemi global dan kondisi ekonomi. Artikel ini akan membahas beberapa lokasi wisata yang pernah ramai namun kini hanya tinggal kenangan.

Pada tahun-tahun sebelum pandemi, objek wisata seperti Kampung Gajah Wonderland di Kabupaten Bandung Barat adalah surga bagi para pengunjung. Namun, pada 2017, tempat tersebut ditutup karena masalah finansial. Sekarang, area luas seluas 60 hektare ini telah ditinggalkan dan sering kali digunakan oleh pencinta fotografi horor untuk eksplorasi unik. Patung-patung gajah yang dulunya menjadi ikon tempat ini kini mulai lapuk akibat kurangnya perawatan.

Selain itu, Snowbay Water Park di Taman Mini Indonesia Indah juga tak luput dari dampak pandemi. Setelah resmi diambil alih oleh pemerintah, taman air ini tidak lagi beroperasi. Dulunya, Snowbay Water Park sangat populer karena menyediakan berbagai wahana air, termasuk seluncuran Hurricane dan Cool Running yang disukai anak-anak maupun orang dewasa.

Di Kota Depok, Aladin Waterpark yang dikenal sebagai pelopor rekreasi air juga harus tutup akibat pandemi. Area yang dibuka pada tahun 2008 ini direncanakan akan diubah menjadi kompleks perumahan modern. Desainnya yang mengambil tema Timur Tengah sempat membuat banyak orang tertarik untuk datang dan bersenang-senang.

Bali pun memiliki cerita serupa dengan Taman Festival Bali. Tempat ini pernah menjadi tujuan favorit turis lokal maupun mancanegara. Namun, setelah ditutup pada tahun 1999, taman tersebut malah mendapatkan popularitas baru sebagai lokasi wisata horor. Suasananya yang mencekam justru menarik minat pecinta petualangan aneh, meskipun kini pengunjung harus membayar Rp 10 ribu untuk masuk.

Tidak jauh dari itu, Taman Remaja Surabaya yang didirikan pada tahun 1971 juga sudah lenyap dari peta pariwisata. Meski telah tutup sejak 2018, warga setempat masih sering mendengar suara keramaian di malam hari, seolah-olah taman tersebut hidup kembali dalam bayangan masa lalu.

Destinasi-destinasi ini menjadi bukti bahwa perubahan zaman dapat meruntuhkan ikon-ikon pariwisata. Namun, melalui nostalgia dan kreativitas, beberapa tempat berhasil menemukan identitas baru, meskipun dalam bentuk yang berbeda. Kisah mereka tetap relevan sebagai pengingat pentingnya adaptasi dan inovasi dalam dunia pariwisata modern.

More Stories
see more