Pemikiran mendalam tentang sosok Ray Sahetapy terungkap melalui kenangan pribadi aktor Dennis Adhiswara. Bagi Dennis, Ray bukan hanya seorang mentor di dunia akting tetapi juga sahabat yang menyenangkan untuk diajak bersosialisasi. Hubungan ini dimulai pada pertengahan dekade lalu, ketika Dennis diundang oleh Ray untuk bergabung dalam asosiasi PARFI '56. Dari situ, tumbuhlah persahabatan yang erat, melampaui batas profesi hingga ke kehidupan pribadi.
Dalam suasana musim semi Jakarta, Dennis Adhiswara mengenang perjumpaan berharga dengan almarhum Ray Sahetapy. Dennis menjelaskan bahwa hubungan mereka berkembang pesat setelah ia resmi menjadi bagian dari PARFI '56 pada tahun 2015-2016. Awalnya, Dennis memandang Ray sebagai figur inspiratif dalam karier aktingnya. Namun, interaksi mereka tidak lagi terbatas pada rapat-rapat formal.
Sepanjang waktu, mereka sering kali menikmati momen santai di kedai kopi, nonton film bersama, bahkan saling bertandang ke rumah masing-masing. Aktivitas ini menciptakan ikatan emosional yang kuat di antara mereka. Dennis merasa bahwa Ray adalah sosok yang tidak hanya memberikan pengetahuan profesional tetapi juga kehangatan pribadi yang jarang ditemukan.
Berkumpul di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto pada hari Rabu (2/4/2025), Dennis berbagi pengalaman hidup bersama Ray. Momen-momen tersebut tak akan pernah dilupakan, karena telah membentuk jalinan persahabatan yang langgeng.
Perjalanan mereka menunjukkan bahwa sebuah hubungan bisa melebihi batasan pekerjaan, menjadi lebih dari sekadar kerja sama profesional.
Dennis menuturkan bahwa persahabatan mereka adalah gabungan antara pembelajaran akting dan pengalaman kehidupan sehari-hari, yang membuat Ray semakin dicintai.
Di sinilah kita menyadari betapa pentingnya sosok Ray bagi banyak orang, terutama Dennis.
Dengan meninggalnya Ray, Dennis kehilangan tidak hanya mentor dalam dunia seni peran, tetapi juga sahabat sejati yang selalu ada di sampingnya.
Bagi Dennis, Ray adalah contoh nyata tentang bagaimana seorang individu dapat mempengaruhi kehidupan orang lain secara positif.
Seiring berjalannya waktu, kesedihan itu pasti akan berlalu, namun kenangan manis tentang Ray akan tetap tersimpan di hati.
Reporter yang meliput acara ini menyadari bahwa persahabatan seperti ini adalah pelajaran hidup yang sangat berharga. Terkadang, kita belajar lebih banyak dari teman-teman daripada dari buku atau seminar. Kisah ini mengajarkan kita bahwa hubungan manusia yang sejati dapat lahir dari pengalaman bersama yang sederhana namun penuh makna. Jadi, mari kita hargai setiap momen bersama teman dan keluarga, karena hal itulah yang akan terus menginspirasi kita di masa depan.