Pada hari Rabu setelah Lebaran, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer yang akrab disapa Noel, melakukan kunjungan ke pusat aktivitas Habib Rizieq Shihab (HRS). Dalam momen ini, Noel tiba dengan penuh hormat dan disambut oleh Laskar Persaudaraan Islam di lokasi. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari tradisi silaturahmi pasca-Lebaran.
Noel mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial melalui halal bihalal serta berdiskusi dalam suasana santai. Di sisi lain, pengacara HRS, Aziz Yanuar, juga membenarkan rencana pertemuan tersebut yang terjadwal pada sore hari.
Seperti yang terjadi pada kunjungan tersebut, Noel diterima dengan sangat baik oleh para anggota LPI serta jemaah yang sedang mendengarkan ceramah Habib Rizieq. Acara ini menjadi salah satu momen penting yang menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Kedatangan Wakil Menteri Ketenagakerjaan ini tidak hanya mencerminkan upaya menjaga hubungan baik antara pemerintah dan kelompok agama, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana toleransi dapat diperlihatkan melalui tindakan konkret seperti silaturahmi. Noel tampak begitu nyaman saat duduk berdampingan langsung dengan Habib Rizieq di tengah-tengah ulama dan tokoh lainnya yang hadir dalam acara tersebut. Para peserta acara menyambut kedatangan Noel dengan antusias, menunjukkan betapa pentingnya momen ini bagi komunitas mereka.
Dalam konteks lebih luas, kunjungan ini memiliki makna strategis untuk membangun harmoni sosial antara berbagai elemen masyarakat. Noel menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk saling memaafkan serta memperkuat ikatan sosial antara pemerintah dan masyarakat sipil.
Bukan hanya sekadar formalitas, kunjungan ini juga menjadi ajang diskusi ringan di mana ide-ide positif bisa ditukar. Noel menyampaikan harapannya agar hubungan antara semua pihak terus berkembang menuju arah yang lebih baik. Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, juga turut memberikan konfirmasi atas rencana pertemuan ini sejak awal, menunjukkan adanya komunikasi yang lancar antara kedua belah pihak. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan politik atau sosial, dialog tetap menjadi solusi terbaik untuk membangun kesepahaman.