Kritik tajam muncul dari pengamat olahraga Sadek Mustaffa terhadap kebijakan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang semakin mengandalkan pemain naturalisasi. Menurutnya, strategi ini telah melupakan fokus utama pengembangan bakat muda di negeri jiran tersebut. Kebijakan ini mulai diterapkan sejak Putera Mahkota Johor mengumumkan rencana memperkuat tim nasional dengan tujuh pemain kelahiran Malaysia yang tinggal di luar negeri serta delapan pemain asing lainnya. Dalam pandangannya, langkah ini menunjukkan pergeseran prioritas FAM yang kini lebih tertarik pada solusi cepat daripada investasi jangka panjang dalam talenta lokal.
Pengalaman masa lalu menjadi sorotan utama Sadek ketika ia merujuk pada pencapaian legenda seperti Rahim Abdullah, yang membawa Malaysia berkompetisi di Olimpiade Munich 1972. Saat itu, Malaysia berhasil bersaing tanpa bergantung pada pemain asing. Namun, saat ini, ia menyatakan bahwa sepak bola Malaysia sedang mengalami kemunduran identitas karena ketergantungan pada naturalisasi yang berlebihan.
Menyoroti situasi ini, Sadek juga mengecam keputusan Liga Sepak Bola Malaysia (MFL) untuk membatalkan Piala MFL U-23 musim 2026. Ia menilai bahwa langkah ini mencerminkan kurangnya komitmen terhadap pembinaan generasi penerus. "Apa yang sebenarnya terjadi dengan peta jalan F:30 FAM?" tanyanya, menegaskan bahwa program pengembangan pemain muda tampaknya telah dikesampingkan demi prioritas yang salah.
Selain itu, Sadek menekankan pentingnya penghargaan kepada legenda sepak bola Malaysia sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan olahraga mereka. Tanpa pengakuan dan apresiasi yang layak, dia khawatir bahwa negara tersebut akan semakin menjauh dari akarnya.
Secara keseluruhan, kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius tentang masa depan sepak bola Malaysia. Jika tren ini terus berlanjut, risiko kehilangan identitas nasional dalam dunia olahraga menjadi semakin nyata. Perubahan strategi dan kembali kepada fondasi kuat pengembangan bakat lokal menjadi langkah penting yang harus dipertimbangkan oleh FAM untuk memastikan pertumbuhan sepak bola Malaysia secara berkelanjutan.