Berita
Kemacetan Massif di Jalur Puncak pada Hari Ketiga Lebaran
2025-04-02

Pada hari ketiga Lebaran, jalur menuju kawasan Puncak Kabupaten Bogor mengalami kepadatan luar biasa dengan sekitar 25.000 kendaraan yang melintas. Untuk meredam potensi kemacetan parah, polisi menerapkan sistem one way dan menyiagakan personel tambahan dari Korps Brimob Polri. Diperkirakan antrean kendaraan mencapai panjang 3 km menjelang Simpang Gadog, dengan titik ekor tercatat di KM 45.300.

Situasi ini memicu antisipasi intensif oleh pihak berwenang untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta mencegah insiden tak terduga selama liburan. Personel telah ditempatkan secara strategis di sepanjang jalan mulai dari Gadog hingga Puncak guna memastikan keselamatan para pengguna jalan.

Antisipasi Kemacetan dengan Sistem One Way

Jumlah kendaraan yang melintas di Jalur Puncak pada hari ketiga Lebaran mencapai angka signifikan, yaitu sekitar 25.000 unit. Menghadapi situasi ini, otoritas lalu lintas mengambil langkah tegas dengan menerapkan sistem satu arah (one way) dari Jakarta menuju kawasan wisata tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko kemacetan besar yang sering kali terjadi akibat lonjakan volume kendaraan.

Menurut Kasat Lantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama, kondisi pagi hari menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar 3 km sebelum Simpang Gadog. Titik ekor tercatat di KM 45.300, yang menjadi salah satu area kritis dalam manajemen lalu lintas. "Kami sudah mempersiapkan rencana darurat agar tidak terjadi stagnasi total di jalur utama," ungkapnya. Dengan adanya sistem one way, diharapkan aliran kendaraan dapat lebih terorganisir sehingga meminimalisir risiko kemacetan total.

Pengamanan Ekstra dengan Bantuan Korps Brimob

Untuk mendukung kelancaran perjalanan di Jalur Puncak, pihak kepolisian juga menambah tenaga pengamanan melalui bantuan dari Korps Brimob Polri. Personel telah disiagakan di berbagai titik strategis mulai dari Gadog hingga Puncak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menyediakan perlindungan maksimal bagi para pengguna jalan, terutama dalam mengantisipasi potensi insiden atau kecelakaan yang bisa memperburuk kondisi lalu lintas.

Dalam keterangan resminya, AKP Rizky Guntama menjelaskan bahwa pihaknya memprediksi lonjakan jumlah kendaraan akan terus meningkat seiring berakhirnya masa libur Lebaran. Oleh karena itu, koordinasi ketat antara polisi dan Brimob dilakukan untuk memastikan semua skenario darurat dapat ditangani dengan cepat. "Personel kami tersebar di setiap titik rawan. Kami juga melakukan patroli intensif untuk menjaga keamanan dan ketertiban," lanjutnya. Selain itu, petugas juga memberikan informasi real-time kepada pengguna jalan melalui media komunikasi guna membantu mereka memilih rute alternatif jika diperlukan.

More Stories
see more