Petinju kelas menengah Kazakhstan, Janibek Alimkhanuly, berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara IBF dan WBO dengan mengalahkan Anauel Ngamissengue melalui TKO pada ronde kelima. Pertarungan epik ini berlangsung di Barys Arena, Astana, dalam acara utama yang disiarkan langsung melalui ESPN+. Dengan usaha luar biasa sejak awal pertandingan, Alimkhanuly mencatatkan dua knockdown terhadap petinju Prancis tersebut, yang akhirnya mengakhiri pertarungan pada menit ke-2:59 babak kelima. Kemenangan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang sang juara yang menunggu selama lebih dari tujuh tahun untuk tampil di negara asalnya.
Dalam debut bertanding di tanah kelahirannya, Alimkhanuly membuktikan dirinya sebagai salah satu petinju terbaik dunia. Sejak ronde pertama, ia menunjukkan dominasi dengan sebuah knockdown yang kuat. Pukulan kiri beruntun tepat mengenai dagu Ngamissengue, membuat sang penantang terjatuh ke atas kanvas. Meskipun berhasil bangkit, Ngamissengue tampak kesulitan mengimbangi serangan tajam dari Alimkhanuly, terutama dari sisi kiri.
Memasuki ronde kedua, momentum tetap berada di tangan Alimkhanuly. Ia menggunakan gerakan cekatan untuk menjaga jarak dan mendaratkan pukulan-pukulan keras ke tubuh Ngamissengue. Petinju Prancis itu mencoba memperketat pertahanannya, namun kecepatan dan presisi Alimkhanuly sulit untuk dilawan. Di ronde ketiga, sebuah hook kanan menggoyahkan Ngamissengue hingga menjelang akhir ronde, meskipun ia berhasil bertahan hingga bel berbunyi.
Ronde keempat dan kelima menjadi momen penentuan bagi kedua petinju. Ngamissengue menunjukkan determinasi besar meskipun tubuhnya mulai menunjukkan tanda-tanda lelah. Namun, bahasa tubuhnya berubah saat ia mulai kesulitan menghadapi serangan-serangan brutal dari Alimkhanuly. Pada ronde kelima, sebuah pukulan straight kiri akhirnya membuat Ngamissengue tak mampu berdiri stabil. Setelah mencatatkan knockdown kedua, wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan demi keselamatan Ngamissengue.
Meskipun gagal meraih kemenangan, Ngamissengue layak mendapat apresiasi atas performanya. Catatan rekor Ngamissengue kini berubah menjadi 14-1 (9 KO), menunjukkan bahwa ia adalah lawan tangguh di divisi kelas menengah. Sementara itu, Alimkhanuly semakin kokoh dengan rekor 17-0 (12 KO). Kemenangan ini merupakan pertahanan gelar kelima secara keseluruhan dan yang kedua sejak menyatukan sabuk IBF dan WBO pada bulan Mei 2022.
Pertarungan ini tidak hanya memperkuat posisi Alimkhanuly di antara para petinju top dunia, tetapi juga menandai tonggak penting dalam karier profesionalnya. Melalui kemenangan spektakuler ini, ia telah menunjukkan kepada dunia bahwa Kazakhstan memiliki salah satu petinju terbaik di divisi kelas menengah. Performa impresifnya di kandang sendiri pasti akan meningkatkan ekspektasi penggemar tinju global tentang masa depannya di ring.