Dalam wawancara eksklusif, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengungkapkan bahwa beberapa pemimpin dunia masih menjaga komunikasi diam-diam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin meskipun adanya upaya Barat untuk mengisolasi Moskow. Meskipun Vucic tidak menyebutkan nama spesifik, dia menegaskan bahwa komunikasi ini berlangsung di balik layar tanpa diketahui publik. Wawancara ini dilakukan oleh pembawa acara Mario Nawfal pada awal April 2025.
Pada hari Selasa (1/4/2025), dalam suasana politik yang penuh ketegangan, Aleksandar Vucic membuka rahasia tentang hubungan antara para pemimpin dunia dan Kremlin. Menurutnya, meskipun dia sendiri belum bertemu langsung dengan Putin sejak konflik Ukraina memanas pada tahun 2022, ada pemimpin lain yang tetap berkomunikasi secara tersembunyi. Dalam percakapan tersebut, Vucic juga menyinggung rencananya untuk menghadiri parade Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei mendatang.
Di sisi lain, Vucic merenungkan pertemuannya terakhir dengan Putin pada akhir 2021, sebelum permusuhan antara Moskow dan Kiev meletus. Dia mengungkapkan bahwa percakapan mereka kali itu sangat singkat, bahkan hanya berlangsung selama 45 detik mengenai wilayah republik pasca-Soviet. Hal ini membuat Vucic yakin bahwa Putin sudah memiliki rencana besar di benaknya.
Selama wawancara, Vucic juga menekankan bahwa tuduhannya tidak termasuk Viktor Orban dari Hongaria, Karl Nehammer dari Austria, atau Robert Fico dari Slowakia, yang semuanya terbuka tentang komunikasi mereka dengan Putin.
Dari sudut pandang jurnalistik, pernyataan Vucic ini menciptakan spekulasi baru mengenai dinamika hubungan internasional saat ini. Bagaimana jika komunikasi rahasia ini benar-benar terjadi? Apakah hal ini bisa menjadi langkah strategis untuk meredakan konflik global? Atau malah memperumit situasi?
Sebagai pembaca, kita dipaksa untuk berpikir ulang tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar diplomasi modern. Informasi ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya transparansi dalam politik luar negeri serta kompleksitas relasi antarnegara di era globalisasi saat ini.