Pada hari ketiga Lebaran, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, berencana melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Jakarta Pusat. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan melalui tradisi halal bihalal yang telah menjadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri. Dalam kesempatan ini, Noel juga diharapkan dapat menjembatani komunikasi lintas pihak demi stabilitas sosial di Indonesia.
Dalam suasana cerah pasca-perayaan Idulfitri, seorang pejabat tinggi pemerintah, yakni Wakil Menteri Ketenagakerjaan, berencana mengunjungi salah satu tokoh masyarakat di ibu kota negara. Di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/4/2025), Noel, nama panggilan Wakil Menteri tersebut, akan bertemu dengan Habib Rizieq Shihab, seorang figur publik yang memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dan halal bihalal, serta dijadwalkan berlangsung antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, menyatakan bahwa pertemuan ini telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Di samping itu, Noel, yang juga menjabat sebagai Ketua Jokowi Mania (Joman), menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan upaya untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang plural. Dengan demikian, momen silaturahmi ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga simbol dari kebersamaan dan rekonsiliasi nasional.
Dari sisi lain, Aziz Yanuar memastikan bahwa Habib Rizieq Shihab siap menerima tamu dengan keramahan yang sama seperti biasanya. Diharapkan, interaksi antara keduanya dapat membuka peluang diskusi lebih lanjut tentang isu-isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan bangsa.
Sebagai langkah yang penuh makna, pertemuan ini mencerminkan semangat toleransi dan saling pengertian yang diperlukan dalam konteks keberagaman Indonesia.
Berita ini menunjukkan betapa pentingnya dialog lintas elemen masyarakat dalam membangun kebersamaan dan perdamaian. Sebagai jurnalis, saya merasa terinspirasi oleh langkah ini karena menunjukkan bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, memiliki potensi untuk saling mendekatkan diri demi tujuan yang lebih besar. Melalui inisiatif seperti ini, kita bisa melihat harapan baru bagi persatuan bangsa di masa depan.