Pada hari ketiga setelah perayaan Lebaran, lalu lintas di Tol Layang MBZ serta Tol Jakarta-Cikampek Km 48 dan 47 mengalami peningkatan volume kendaraan namun tetap berjalan lancar. Meskipun demikian, ada prediksi lonjakan arus balik terutama pada siang hari. Kendaraan kecil seperti mobil pribadi mendominasi jalur ini, sementara kendaraan besar hanya dapat melewati jalur khusus. Untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi, Korlantas Polri telah menyiapkan strategi termasuk penerapan contraflow.
Pada Rabu (2/4/2025), kondisi lalu lintas di Tol Layang MBZ dan Tol Jakarta-Cikampek masih relatif lancar meskipun volume kendaraan meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Aktivitas pagi hingga menjelang siang tidak sepadat hari sebelumnya. Banyak pengguna jalan melakukan perjalanan dari Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah, Barat, dan Timur melalui Gerbang Tol Cikatama. Kendaraan kecil menjadi mayoritas pengguna jalan tol tersebut.
Lonjakan arus balik diperkirakan akan terjadi pada siang hari. Kendaraan besar hanya dapat melalui jalur tertentu, yakni Tol Jakarta-Cikampek. Sebaliknya, kendaraan kecil seperti mobil pribadi mendominasi arus balik di Tol Layang MBZ. Aktivitas ini juga mencakup perjalanan mudik lokal serta kunjungan ke tempat wisata di Jabar dan Jateng. Perbedaan pola perjalanan antara pagi dan siang hari cukup signifikan, dengan jumlah kendaraan dari Jakarta ke Cikampek lebih banyak.
Menghadapi potensi kemacetan parah selama periode arus balik Lebaran, Korlantas Polri telah mempersiapkan serangkaian langkah antisipatif. Salah satu tindakan yang dapat diambil adalah penerapan contraflow untuk mengatur aliran kendaraan dari arah Cikampek maupun Jakarta. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelancaran lalu lintas serta menghindari kemacetan panjang.
Selain contraflow, upaya lain yang dilakukan adalah koordinasi intensif antara petugas lalu lintas di lapangan dan pusat komando. Dengan demikian, setiap perubahan kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real-time dan direspons dengan cepat. Penerapan contraflow akan dilakukan sesuai kebutuhan, terutama jika volume kendaraan melebihi kapasitas normal. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan pengelolaan arus balik telah dilakukan secara matang guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik.