Berita
Penyakit yang Sering Muncul Kembali Setelah Perayaan Lebaran
2025-04-02

Setelah momen Lebaran berlalu, sejumlah kondisi kesehatan sering kali kambuh akibat pola makan yang kurang terkendali. Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan lainnya menjadi lebih rentan karena konsumsi makanan berlemak dan manis selama libur panjang. Selain itu, lupa minum obat rutin juga memperparah situasi ini. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga gaya hidup sehat agar tubuh tetap bugar setelah perayaan besar.

Kondisi Kesehatan yang Rentan Kambuh Usai Lebaran

Dalam suasana penuh kebahagiaan di hari raya, banyak orang cenderung menikmati aneka sajian tradisional tanpa memperhatikan dampaknya pada kesehatan. Di Jakarta dan daerah lainnya, jumlah kasus pasien dengan penyakit kronis meningkat tajam setelah Lebaran. Salah satu faktor utamanya adalah perubahan drastis dalam pola makan serta pengabaian terhadap jadwal minum obat. Dalam laporan dari sumber kesehatan pada awal April 2025, beberapa penyakit seperti diabetes dan hipertensi tercatat sebagai penyebab umum kunjungan ke fasilitas kesehatan pasca-Lebaran.

Selain kedua kondisi tersebut, gangguan lambung dan asam urat juga kerap melanda mereka yang terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak atau pedas. Pada penderita diabetes, konsumsi berlebihan makanan manis seperti kue kering dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Gejalanya bisa dirasakan dalam bentuk haus berlebihan, lelah, dan sulit sembuhnya luka. Sementara itu, penderita hipertensi harus ekstra hati-hati dengan makanan tinggi garam seperti rendang atau santan, yang dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan.

Sebagai solusi, masyarakat disarankan untuk menjaga pola makan seimbang, tidak melewatkan obat-obatan rutin, serta melakukan aktivitas fisik ringan untuk membantu pemulihan tubuh setelah periode liburan.

Dari perspektif seorang jurnalis, fenomena ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya kesadaran kesehatan selama momen-momen istimewa seperti Lebaran. Meskipun bersuka ria adalah hal yang wajar, kita harus tetap bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri dan keluarga. Dengan pendekatan preventif, kita dapat menikmati hari raya tanpa khawatir akan risiko penyakit yang muncul kembali.

More Stories
see more