Berita
Pemuda Palestina Tewas Setelah Menjadi Korban Penyiksaan Kelompok Bersenjata
2025-04-02

Seorang pemuda Palestina bernama Uday Rabie menjadi korban kekerasan setelah mengkritik Hamas secara terbuka dan berpartisipasi dalam demonstrasi anti-Hamas di Gaza. Usai protes langka yang menyerukan akhir blokade serta kritik terhadap Israel dan Hamas, Uday diculik oleh kelompok bersenjata Brigade Al-Qassam. Pihak keluarga melaporkan bahwa ia disiksa hingga tewas tak lama setelah dibawa ke rumah sakit dengan kondisi memprihatinkan.

Kronologi Peristiwa Kematian Uday Rabie

Dalam suasana tegang di Jalur Gaza, peristiwa tragis terjadi pada seorang pria muda berusia 22 tahun yang berani menyuarakan ketidakpuasan publik terhadap Hamas. Uday Rabie, yang tinggal di lingkungan Tal al-Hawa, Kota Gaza, dikenal sebagai tokoh yang tidak takut berbicara melawan otoritas. Sebulan sebelum kematiannya, dia dilaporkan telah terlibat pertengkaran dengan anggota Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.

Situasi memburuk ketika Uday ikut serta dalam demonstrasi besar-besaran awal pekan lalu di wilayah al-Rimal, di mana peserta memprotes blokade berkepanjangan dan serangan militer Israel. Selama aksi tersebut, Uday dengan berani mengecam Hamas sambil berteriak "Tidak untuk Hamas." Aksi ini ternyata membawa konsekuensi fatal bagi hidupnya.

Pada hari Jumat, kelompok bersenjata Brigade Al-Qassam menculik Uday dari jalanan beberapa hari setelah ia berunjuk rasa. Saudaranya Hassan mengungkapkan bahwa Uday disiksa parah sebelum akhirnya dikembalikan kepada keluarganya dalam kondisi hanya mengenakan celana dalam, tubuhnya dipenuhi luka bakar dan memar besar. Para penjahat bahkan menyeretnya menggunakan tali di leher sebagai bentuk penghinaan lebih lanjut.

Hassan mengonfirmasi rekaman video yang tersebar di media sosial menunjukkan Uday terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan cedera serius. Meski mendapat perawatan medis, nyawa Uday tidak tertolong dan ia meninggal dunia tak lama setelah dirawat.

Peristiwa ini menyoroti realitas kebebasan berekspresi yang sangat terbatas di bawah kendali Hamas di Jalur Gaza. Bagi banyak warga Palestina, kisah Uday Rabie adalah pengingat pahit tentang harga yang harus dibayar ketika mereka mencoba menentang sistem. Ini juga menunjukkan urgensi internasional untuk memperhatikan situasi manusiawi yang semakin buruk di wilayah itu, di mana suara kritis sering kali ditindas dengan cara-cara brutal.

More Stories
see more