Gaya Hidup
Penemuan Sejarah: Sumber Kafur Surga dari Barus, Sumatera
2025-03-31

Penelitian dan catatan sejarah menunjukkan bahwa kafur yang disebutkan dalam Al-Quran sebagai minuman surga ternyata memiliki sumber asli di Indonesia. Dalam Surah Al-Insan, kafur didefinisikan sebagai air kamper yang berasal dari mata air surga. Sejarah mencatat bahwa pohon kamper tidak tumbuh di Timur Tengah, sehingga komoditas ini harus diimpor dari wilayah lain. Catatan-catatan Arab kuno mengidentifikasi Fansur, sebuah daerah di Pulau Sumatera, sebagai salah satu sumber utama produksi kamper. Peneliti Prancis Nouha Stephan dan arkeolog Edward Mc. Kinnon menyimpulkan bahwa Fansur terletak di ujung barat Aceh, lebih tepatnya di daerah Barus. Sejarawan Claude Guillot bahkan mempersempit lokasi penghasil kamper menjadi daerah Barus di Sumatera Utara, yang telah eksis sebagai pelabuhan perdagangan internasional sejak abad ke-1 Masehi.

Kamper dari Barus: Warisan Perdagangan Dunia

Dalam masa lampau, pada periode sebelum penurunan Al-Quran, perdagangan kamper sudah berkembang pesat di berbagai belahan dunia. Pada abad ke-4 Masehi, komoditas ini menjadi barang dagangan penting bagi pedagang Arab dan Persia, yang mengunjungi pelabuhan-pelabuhan di Sumatera melalui rute laut yang panjang. Daerah Barus, yang dikenal oleh ahli Romawi Ptolemy sebagai bandar kuno, menjadi pusat perdagangan kamper yang sangat laku di pasar internasional.

Berkat aksesibilitas dan kualitas kamper dari Barus, komoditas ini menjadi elemen penting dalam hubungan perdagangan antara Asia Tenggara dengan wilayah-wilayah lain seperti Mesir dan Timur Tengah. Kamper juga digunakan untuk pengawetan mumi di Mesir kuno. Dalam konteks religius, kamper memiliki peran signifikan karena disebutkan dalam Al-Quran sebagai simbol kemurnian dan kebahagiaan di surga.

Selain itu, perdagangan kamper turut mempengaruhi proses Islamisasi di Nusantara, dimulai dari abad ke-7 Masehi. Pelabuhan Barus menjadi titik pertemuan budaya dan agama, yang membawa Islam ke wilayah Indonesia melalui para pedagang Arab dan Persia.

Hingga hari ini, Barus masih menjaga tradisi perdagangan kamper, meskipun skala operasinya telah berubah sesuai perkembangan zaman. Daerah ini tetap menjadi bukti konkret tentang pentingnya Indonesia dalam jaringan perdagangan global sejak ribuan tahun lalu.

Sebagai pembaca, kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini bahwa warisan sejarah Indonesia memiliki dampak global yang luas. Perdagangan kamper bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menjadi penghubung budaya, agama, dan ilmu pengetahuan antarbangsa. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia, sejak dulu, telah berperan besar dalam perkembangan peradaban manusia.

More Stories
see more