Dalam sejarah tinju, banyak petinju berbakat yang tidak mendapatkan keberuntungan dalam karier mereka. Salah satu contohnya adalah Tevin Farmer, yang kini menghadapi masa sulit setelah beberapa kekalahan berturut-turut. Meskipun pernah memegang gelar dunia, nasib buruk tampaknya menjadi bagian dari jalan karier petinju ini. Artikel ini membahas tentang petinju-petinju lain yang juga kurang beruntung dan tak kunjung meraih gelar juara dunia meski memiliki potensi besar.
Sejarah mencatat bahwa ada beberapa nama besar yang pantas mendapat tempat di antara para legenda tinju, namun karena faktor-faktor tertentu seperti kurangnya kesempatan atau situasi yang tidak menguntungkan, mereka gagal menapaki puncak prestasi. Daftar ini mencakup petinju-petinju dari berbagai generasi yang memiliki cerita serupa dengan Tevin Farmer.
Tevin Farmer, seorang petinju kelas ringan, telah melalui berbagai pasang surut dalam kariernya. Setelah memenangkan sabuk emas pada tahun 2018, ia kemudian mengalami serangkaian kekalahan yang membuat statusnya sebagai petinju top semakin diragukan. Kekalahan terbarunya melawan William Zepeda menambah daftar kegagalan yang menandakan bahwa waktu mungkin tidak berpihak padanya. Meskipun rekornya menunjukkan bahwa ia pernah menjadi juara dunia, usia 34 tahun dan pola pertandingannya yang kini mulai menurun membuat peluang untuk comeback menjadi semakin tipis.
Perjalanan Tevin Farmer bukanlah tanpa sorotan positif. Sebelum fase sulit ini, ia berhasil memperoleh gelar dunia setelah mengalahkan Billy Dib pada tahun 2018. Namun, keberuntungan tersebut tampaknya tidak berlanjut. Dalam wawancara setelah pertandingan terakhirnya, Farmer mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam. Ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki bakat luar biasa, faktor eksternal seperti lawan-lawan tangguh dan situasi kompetisi yang tidak menguntungkan dapat memengaruhi hasil akhir dalam sebuah karier tinju.
Selain Tevin Farmer, ada beberapa petinju lain yang juga mengalami nasib sial dalam sejarah tinju. Nama-nama seperti David Tua, Donovan "Razor" Ruddock, dan Gerry Cooney merupakan contoh nyata dari petinju-petinju yang memiliki potensi besar tetapi tidak pernah mencapai puncak prestasi. David Tua misalnya, dikenal sebagai salah satu petinju kelas berat terbaik di generasinya, namun ia gagal meraih gelar dunia meskipun mengalahkan beberapa petinju yang telah menjadi juara.
Donovan Ruddock juga memberikan tantangan besar bagi Mike Tyson, tetapi selalu gagal dalam upaya-upayanya untuk merebut sabuk juara dunia. Gerry Cooney, di sisi lain, memiliki kesempatan melawan Larry Holmes dan Michael Spinks, namun ia tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya saat momen penting tiba. Semua petinju ini menghadapi situasi yang mirip dengan Tevin Farmer—membuktikan bahwa talenta saja tidak cukup untuk memastikan kesuksesan dalam dunia tinju profesional.