Berita
Sistem Baru Penerimaan Murid: SPMB 2025 Dijalankan
2025-04-02

Pada tahun ajaran 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan menggantikan PPDB. Program ini berfokus pada penerimaan murid baru secara adil, transparan, dan tanpa diskriminasi dengan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal murid dalam pendekatan rayon. Selain itu, SPMB menawarkan empat jalur penerimaan untuk memastikan keberagaman siswa.

SPMB mencakup beberapa prinsip utama seperti objektivitas, akuntabilitas, serta kesetaraan. Jalur-jalur penerimaan tersebut terdiri dari jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Kuota untuk masing-masing jalur telah ditentukan, termasuk minimal kuota 70% untuk SD di jalur domisili.

Inovasi Sistem Pendekatan Rayon

Sistem baru ini menempatkan lokasi rumah siswa sebagai faktor utama dalam proses penerimaan. Melalui pendekatan rayon, murid diberikan prioritas untuk masuk ke sekolah-sekolah terdekat dari tempat tinggalnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih merata kepada seluruh anak-anak di Indonesia.

Penerapan pendekatan rayon menjadi salah satu perubahan signifikan dibandingkan sistem sebelumnya. Fokus pada jarak geografis antara rumah siswa dan sekolah diharapkan dapat mengurangi ketimpangan akses pendidikan. Dengan menggunakan batasan wilayah, setiap murid mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan yang dekat dengan domisili mereka. Ini juga membantu mengurangi beban logistik, seperti biaya transportasi bagi keluarga murid.

Jalur Penerimaan Berbasis Kesetaraan

SPMB membagi penerimaan murid baru menjadi empat jalur yang dirancang untuk memenuhi berbagai latar belakang siswa. Setiap jalur memiliki persyaratan khusus dan kuota tertentu agar distribusi murid lebih adil. Keempat jalur ini mencakup jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

Melalui jalur domisili, sekolah wajib menerima sejumlah besar murid dari daerah sekitarnya sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Untuk SD, kuota minimum adalah 70%, sedangkan SMP dan SMA masing-masing memiliki kuota 40% dan 30%. Jalur afirmasi dirancang untuk memberikan peluang bagi anak-anak dari kelompok rentan atau terpinggirkan. Jalur prestasi memungkinkan murid berbakat masuk ke sekolah melalui pencapaian akademik atau non-akademik. Terakhir, jalur mutasi menangani situasi-situasi khusus seperti pemindahan orang tua murid karena pekerjaan.

More Stories
see more