Prajurit layar lebar Indonesia, Ray Sahetapy, memiliki keinginan terakhir yang diungkap oleh saudaranya, Charly Sahetapy. Menurut Charly, Ray mengharapkan agar jasadnya dimakamkan di kampung halaman keluarga besar mereka di Sulawesi Tengah. Keputusan sementara untuk memakamkan Ray di Jakarta dilakukan demi menghormati permintaan anak-anaknya. Namun, rencana pemindahan makam ke tanah leluhur akan direalisasikan dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Berkisar pada ikatan kuat dengan garis keturunan keluarga Sahetapy dan Nelwan, keinginan Ray untuk dikembalikan ke tanah leluhur bukanlah hal yang baru. Selama hidupnya, ia sering menyampaikan niat tersebut kepada keluarganya. Menurut Charly, tradisi keluarga besar mereka dari garis keturunan Ambon dan Manado menjadi dasar penting bagi Ray untuk pulang ke akarnya. "Kami memiliki makam khusus di sana, di mana nenek dan kakek kami telah beristirahat," ungkap Charly saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto.
Keluarga besar Ray berasal dari dua darah yang kuat, yaitu Sahetapy dari Ambon dan Nelwan dari Manado. Hal ini menciptakan hubungan erat antara anggota keluarga terhadap tanah leluhur mereka. Tradisi dan nilai-nilai yang melekat dalam sejarah keluarga inilah yang mendorong Ray untuk ingin kembali ke akarnya setelah meninggal dunia. "Dia selalu bilang bahwa suatu hari nanti ia akan kembali ke sini," tambah Charly dengan nada penuh rasa hormat.
Meskipun keinginannya untuk dimakamkan di Sulawesi Tengah belum langsung terwujud, keluarga tetap mematuhi keputusan anak-anak Ray untuk menjadikan Jakarta sebagai tempat peristirahatan awal. Pemakaman pertama dilaksanakan di TPU Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat (4/4/2025). Keputusan ini juga dipengaruhi oleh harapan anak-anak Ray yang ingin lebih mudah merawat makam sang ayah.
Seiring waktu, keluarga berencana untuk memenuhi wasiat Ray sepenuhnya. Dengan komitmen yang kuat, pemindahan makam ke Sulawesi Tengah akan dilakukan dalam waktu dekat. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya nilai tradisi dan kebersamaan keluarga dalam memenuhi keinginan terakhir seorang legenda perfilman Indonesia.