Berita
Konsep Tauhid dalam Ajaran Nabi Isa Menurut Islam
2025-04-02

Pemahaman tentang konsep tauhid yang diajarkan oleh Nabi Isa dalam perspektif Islam dijelaskan melalui berbagai ayat Al-Qur’an. Salah satu surah yang menyoroti ajaran ini adalah Surat Ali Imran, di mana Nabi Isa dengan tegas menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam yang harus disembah. Selain itu, Al-Qur’an juga merinci kisah kelahiran dan mukjizat Nabi Isa dalam surah Maryam. Sebagai seorang rasul, Nabi Isa membawa pesan untuk memperbaiki keyakinan umatnya, menguatkan konsep keesaan Allah, serta membenarkan hukum-hukum Taurat yang telah ada sebelumnya.

Surat Ali Imran menjadi salah satu sumber utama dalam menjelaskan peran besar Nabi Isa sebagai pembawa risalah Allah. Dalam ayat 51 dari surah tersebut, Nabi Isa menegaskan kepada kaumnya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah. Pernyataan ini mencerminkan komitmen kuat terhadap konsep tauhid yang menjadi inti dari semua ajaran nabi. Dengan jelas, ia menunjukkan bahwa pengangkatan Allah sebagai satu-satunya Tuhan adalah landasan bagi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tidak hanya dalam Surat Ali Imran, kisah hidup Nabi Isa juga diceritakan secara rinci dalam Surat Maryam. Surah ini memberikan gambaran tentang kelahirannya yang luar biasa, di mana ia dilahirkan tanpa campur tangan seorang ayah. Melalui percakapan antara Maryam dan malaikat Jibril, diketahui bahwa kelahiran Nabi Isa adalah bagian dari kehendak Allah, sebagai tanda kebesaran-Nya bagi manusia. Keajaiban ini menunjukkan bahwa Allah mampu menciptakan segala sesuatu tanpa batas logika manusia.

Sebagai seorang Rasul, Nabi Isa tidak hanya membawa ajaran tetapi juga mukjizat yang luar biasa. Ia diberi kemampuan untuk menyembuhkan orang buta, penderita kusta, bahkan menghidupkan orang mati. Semua mukjizat ini terjadi atas izin Allah, sebagai bukti kekuasaan-Nya di dunia. Dalam konteks ini, Nabi Isa juga dikenal sebagai Mesias atau Kristus, yang merupakan gelar yang sama-sama diakui dalam Islam dan agama Kristen.

Ajaran Nabi Isa melanjutkan misi para nabi sebelumnya dengan menekankan pentingnya ibadah kepada Allah. Ia menyerukan umatnya untuk mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan sekaligus melakukan beberapa modifikasi terhadap ketentuan dalam Taurat. Hal ini dilakukan agar lebih sesuai dengan situasi dan kondisi pada masanya. Namun, tetap saja, inti dari ajarannya adalah memperkuat keyakinan akan keesaan Allah.

Nabi Isa tetap menjadi sosok yang sangat dihormati dalam Islam. Sebagai seorang utusan Allah, ia memiliki peran penting dalam menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia. Kisah hidupnya memberikan banyak pelajaran tentang iman, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah. Pesan-pesan yang dibawanya tetap relevan hingga saat ini, sebagai pengingat bagi setiap individu untuk selalu menjaga hubungan dengan Tuhan mereka dan mengikuti ajaran-ajaran yang telah ditetapkan.

More Stories
see more