Pada H+1 Lebaran tahun 2025, tercatat adanya kenaikan signifikan dalam jumlah kendaraan yang melintas di beberapa gerbang tol (GT) utama di wilayah Trans Jawa. Data ini dikeluarkan oleh Jasa Marga melalui Corporate Communication and Community Development Group Head mereka, Lisye Octaviana. Peningkatan lalu lintas ini mencakup kendaraan yang meninggalkan dan menuju Jabotabek serta arah lainnya seperti Bandung dan Puncak. Statistik menunjukkan bahwa GT Cikampek Utama mengalami lonjakan hingga 35,2% dibandingkan dengan kondisi normal.
Dalam periode pasca-hari raya Idulfitri pada awal April 2025, laporan dari Jasa Marga menunjukkan adanya peningkatan besar-besaran dalam aktivitas kendaraan di berbagai titik strategis. Di Gerbang Tol Cikampek Utama, sebanyak 32.334 kendaraan tercatat melewati area tersebut, naik hampir 35,2% dari jumlah normal harian. Lonjakan serupa juga terjadi di GT Kalihurip Utama, dengan angka 38.384 kendaraan atau meningkat 46,3%. Sementara itu, GT Ciawi mencatat lebih dari 39.000 kendaraan, naik 30,4%.
Tidak hanya arus balik yang meningkat, tetapi juga kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui empat GT utama menunjukkan kenaikan hampir 60%, dengan total lebih dari 200 ribu kendaraan. Untuk arah timur menuju Trans Jawa, GT Cikampek Utama mencatat lonjakan hingga 162%, sementara di GT Kalihurip Utama, angka peningkatannya mencapai 89%.
Berdasarkan data ini, terlihat jelas bahwa pergerakan kendaraan selama periode liburan Lebaran cukup signifikan, memengaruhi pola mobilitas masyarakat luas.
Dari perspektif pembaca maupun wartawan, informasi ini memberikan gambaran tentang pentingnya manajemen lalu lintas yang efektif selama masa-masa puncak seperti Lebaran. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan, kebijakan pengaturan arus lalu lintas harus dioptimalkan untuk meminimalkan kemacetan dan memastikan perjalanan yang aman bagi para pemudik. Selain itu, data ini dapat menjadi acuan untuk perencanaan infrastruktur jalan raya di masa mendatang guna menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat.