Tradisi menyantap kue nastar saat perayaan Idulfitri sering kali menjadi sorotan terkait nilai gizi dan kalorinya. Meski banyak yang menggemari camilan ini, ada persepsi bahwa nastar dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan. Berdasarkan pandangan seorang ahli gizi, ternyata jumlah kalori dalam satu nastar tidaklah sama untuk setiap resep.
Berbagai jenis kue nastar memiliki komposisi kalori yang berbeda-beda bergantung pada bahan dasarnya. Menurut dokter spesialis gizi dr. Saptawati Bardosono, satu buah nastar rata-rata mengandung sekitar 40 kalori. Jika dikonsumsi tiga butir, total kalori tersebut mendekati jumlah kalori dalam seporsi nasi (100 gram) yang mencapai 130 kalori. "Pada dasarnya, total kalori dari nastar bisa dihitung berdasarkan resepnya dan dibagi sesuai jumlah kue yang dihasilkan," ungkap dr. Saptawati.
Penting untuk memperhatikan takaran konsumsi ketika menikmati makanan manis seperti kue kering Lebaran. Selain nastar, kue lain yang menggunakan tepung terigu, mentega, dan gula juga memiliki tingkat kalori yang hampir sama. Oleh karena itu, menjaga pola makan tetap seimbang sangat diperlukan agar tubuh tetap sehat selama momen spesial ini. Dengan kesadaran akan porsi makan, kita dapat menikmati kelezatan kue tanpa khawatir berlebihan dalam asupan kalori.
Mengenal lebih dalam tentang nilai kalori dalam makanan favorit dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak dalam gaya hidup sehari-hari. Pentingnya edukasi gizi memungkinkan setiap individu untuk menikmati kebahagiaan bersama keluarga tanpa mengorbankan kesehatan. Melalui pengetahuan yang tepat, perayaan tradisional seperti Lebaran dapat dijalani dengan lebih sehat dan berkesinambungan.